Antologi Puisi

DIA….PELITAKU

 kupandang gedung megah di hadapanku

tinggi menjulang ke awan

dikelilingi hamparan sawah yang membentang

juga pohon – pohon yang rindang

 seorang ibu berdiri di gerbang

menyambut bahagia siswa yang datang

tersenyumlah ia pada seorang

dengan rona penuh pengharapan

 bahgia rasanya

ketika ku bersamanya

lemah lembut tutur katanya

membuatku terpesona

dia guruku…

aku berseru !!

pada semua orang yang berlalu..

dia tersipu malu

karna tingkahku

tapi tak kupedulikan itu

agar dunia tahu..

dia PELITAku…

KETIKA SAHABAT PERGI

 saat aku tertawa

saat aku menangis

saat aku terbaring lemah tak berdaya

kau selalu ada

 menemaniku..

menjagaku..

menghiburku..

dan menghapus air mataku..

 kini..

kau tak seperti dulu

kau menjauhiku

tanpa ada kejelasan untukku

 aku rindu keceriaanmu

aku rindu perlakuan manjamu

aku rindu tingkah lucumu

SAHABATKU…

TANGISKU..

 pergi..

pergilah kau..

dari hidupku..

dari ingatanku..

kau buatku kecewa

kau buatku terluka

karna dusta..

karna dendam yang membara

kau menghancurkan semuanya

 kau buat bungaku layu

tertunduk lesu

seolah mengerti kesedihanku

pilu rasaku..

HILANG

 andai saja

kala itu ku dengannya

semua ini takkan terjadi

mungkin..

detik ini pun takkan pernah kuhadapi

 tapi…

waktu tak dapat berputar kembali

kini dia telah pergi

tinggalkanku seorang diri

 pupus sudah semua harapan

semua tinggal angan – angan

menjadi sebuah kenangan

kenangan pedih..

untukku seorang

SENANDUNG_MU

terdengar olehku

alunan lagu kesukaanku

begitu indah nan merdu

buatku melayang dalam khayalku

dalam hati ku bertanya

siapa…siapakah dia

siapa yang melantunkannya

apakah mungkin ????

ach………

itu hanya khayalanku saja

tetapi, aku salah menilainya..

itu memang dia

dia yang kucinta…

PENANTIAN YANG SIA – SIA..

Air mata menetes dari kelopak mataku

Saat ku ingat dirinya

Orang yang kusayang..

Orang yang kucinta..

Tlah lama ku menunggunya..

Namun dia tak kunjung tiba

Hingga aku terluka..

Apa salahku ???

Apa aku kurang baik padanya ???

Apa kurang perhatian dan kasih sayangku padanya ??

Tersiksa batinku..

Bagai tergores sembilu

Merasuk ke dalam relung hatiku..

Yang sedang pilu…

KERIKIL – KERIKIL TAJAM…

Pagi yang suram

Kudapati benih – benih ketidak adilan

Benih – benih kenistaan

Banyak keburukan

Yang bersarang di dunia

Dunia yang telah buta

Buta akan harta..

Penindasan dan kekerasan

terjadi di mana – mana

Kelakuan buruk itu

Bagai kerikil – kerikil tajam

Yang menghujam

Menyakitkan…

menyedihkan

Membawa penderitaan

Bagi umat Tuhan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s